Wednesday, July 3, 2013

Everybody,please meet my lovely best friend, Shiro

Ketika aku berusia tujuh bulan, bapak dan ibu membelikan aku sebuah boneka anjing kecil bernama Shiro. Shiro artinya putih. Sebenarnya Shiroku sih ga putih-putih amat ya, tapi dia pantas sekali dinamakan Shiro (maksa deh Audrya nih..ck ck ck). 
Aku sayang sekali sama Shiro, setiap hari ketika aku bangun tidur aku pasti mencari Shiro, siang hari Shiro menemani aku bermain kesana kemari, sorenya setelah mandi, Shiro juga ikut aku jalan jalan pake keranjang belanjaku keliling komplek. 
Malamnya, sebelum tidur aku juga main sama Shiro dan ibu sampai aku mengantuk. Pokoknya tiada hari tanpa Shiro, sampai sampai ibu takut mau mencuci Shiro,padahal Shiro sudah dekiilll kil kil warnanya nyaris coklat pekat saking aku bawa terus dari Surabaya, ke Jakarta, ke Bandung, ke Tretes. Dari rumah ke Jakarta, lalu ke rumah nenek, lalu ke rumah yangti. 
 
Nah, tapi akhirnya ibu punya kesempatan juga mencuci Shiro. Pada suatu sore, ibu mengizinkan Shiro mandi bersamaku. Ajaibnya, semalaman itu aku tidak ingat pada Shiro. Ini sepertinya ada campur tangan bapak, ibu dan yangti juga nih, yang sengaja tidak menyebut nyebut nama Shiro di hadapanku supaya aku tidak teringat dan mencari-cari Shiro. hahaha..Tapi keesokan paginya, aku melihat Shiro di sana. Dijepit di hanger baju di tempat menjemur baju di rumah yangti. 
"Iyooooooo" Ujarku histeris dan ibu tertawa, "Wah, Audrya udah lihat Shiro ya, baiklah ayo kita lihat apa SHiro sudah kering" Syukurlah Shiro sudah kering, bersih dan wangi lagi. Aku bisa memelukanya dan mengajaknya kemanapun seperti biasa.
 


No comments:

Post a Comment